home

Website Baru KK One Community

Dear para pembaca blog KK One Community...

Mulai saat ini Anda dapat mengakses informasi seputar perkembangan ekonomi, kiat-kiat sukses maupun bisnis wirausaha pada website resmi KK One Community dengan alamat : KK One Community.com

Selamat membaca dan terima kasih

Salam,
Moderator KK One Community...

Pemerintah Harus Berani Stop Impor Beras

 15 Desember 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih mengatakan strategi yang paling tepat untuk swasembada beras adalah dengan tidak melakukan impor. Dia mengatakan, pemerintah harus berani menyetop impor beras.

Bungaran menuturkan, Indonesia sudah pernah swasembada beras yakni tahun 1984, 2004 dan 2008 lalu. Menurutnya, swasembada beras itu bisa tercapai berkat kerja keras. Cuma, ''Kita melupakan kerja keras yang lalu, kemudian terjadi impor yang volumenya semakin besar,'' katanya, Rabu (15/12/2010).

Menurutnya, seharusnya swasembada beras merupakan proses yang harus secara sistemik terjadi tiap tahun bukan sebagai target yang harus dicapai. "Jadi bukan sporadis," tegasnya.

Selain menghentikan impor, Bungaran mengatakan, swasembada beras dapat tercapai dengan dua pendekatan lain yakni dari sisi permintaan dan reforma agraria. Dari sisi permintaan, dia mengatakan, pemerintah harus bisa memangkas konsumsi beras.

Sedangkan, dengan reforma agraria, Bungaran berharap luas sawah bisa lebih besar. Menurutnya, kepemilikan lahan petani Indonesia tidak lebih besar dari 0,3 hektara. Sementara Thailand dan Vietnam tiap keluarga petani mendapatkan 5 hektare. ''Ini merupakan selisih yang sangat besar. Bagaimana bisa menaikkan produksi dengan lahan yang sempit,'' katanya.

Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso menambahkan, petani tidak akan bisa kaya dengan jumlah lahan yang sempit ini. Menurutnya, jumlah lahan petani Indonesia idealnya 2 hektare. ''Dengan luas kepemilikan 2 hektare dan harga jual Rp 4.000 per kilogram maka saya yakin petani sudah sejahtera,'' katanya.

Indonesia Akan Tiru Ekonomi China

14 Desember 2010.


BEIJING, KOMPAS.com — Perkembangan ekonomi China yang pesat menjadi salah satu contoh untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada Komite Ekonomi Nasional membuat rencana induk (master plan) untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

”Untuk itu KEN (Komite Ekonomi Nasional) melihat langsung pembangunan ekonomi di China. Model pembangunan ekonomi yang juga ditiru adalah India, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan,” ujar Ketua KEN Chairul Tanjung di sela-sela kunjungan ke Beijing, China, Senin (13/12).

Selain Beijing, KEN juga melihat implementasi kebijakan ekonomi China di Shanghai dan Guangzhou, yang dilakukan HS Dillon dan Sandiaga Uno.

Dalam kunjungan ke Beijing, Chairul Tanjung didampingi anggota KEN, Suahasil Nazara, Raden Pardede, dan John Prasetyo.

Saat ini cadangan devisa China 2,6 triliun dollar AS, pendapatan per kapita penduduk 3.600 dollar AS. Pertumbuhan ekonomi China mencapai 11 persen.

Di Beijing, KEN bertemu Wakil Menteri Perdagangan China Urusan Asia Chen Jian serta Direktur Jenderal Investasi Luar Negeri dan Modal Asing Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional Kong Linglong.

”Kami datang untuk mengetahui transformasi ekonomi di China. Presiden Indonesia kagum dengan perkembangan ekonomi China. Dia menginstruksikan KEN membuat master plan untuk mempercepat pembangunan ekonomi di indonesia,” kata Chairul Tanjung kepada Wakil Menteri Perdagangan China.
Menurut Chen Jian, nilai perdagangan Indonesia-China 37,8 miliar dollar AS. Saat ini adalah kesempatan emas bagi kedua negara melakukan kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Chairul menanyakan kepada Chen Jian apakah China bisa membantu jika Indonesia membangun kawasan ekonomi khusus. Menjawab hal itu, Chen Jiang mengatakan, ”Indonesia bisa mengajukan usul itu. Kawasan industri juga bisa ikut mendorong perekonomian Indonesia.”

China tak hanya memberi kemudahan, tetapi juga insentif pajak yang menarik bagi investor yang membangun pabrik di kawasan industri. Pajak, misalnya, hanya dikenakan bila perusahaan untung selama 2 tahun pertama. Tiga hingga lima tahun berikutnya, perusahaan itu cukup membayar pajak setengahnya.
(Tjahja Gunawan Diredja, dari Beijing)

Pembatasan BBM Tidak Jadi Januari 2011

14 Desember 2010.


JAKARTA, KOMPAS.com Komisi VII DPR menyepakati pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap, yang dimulai jenis premium di wilayah Jabodetabek, dilakukan akhir Maret 2011.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan di Jakarta, Selasa (14/12/2010) dini hari.

Komisi VII DPR meminta pemerintah melakukan kajian teknis pembatasan dan disetujui komisi terlebih dahulu pada masa sidang berikutnya, yakni Januari 2011, sebelum memulai pelaksanaannya.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya berlangsung hampir 14 jam, yakni sejak Senin (13/12/2010) pukul 10.30 WIB hingga selesai Selasa pukul 00.10 WIB, dengan diselingi tiga kali skors.

Kotoran Sapi Pun Menjadi Duit

13 Desember 2010.


Fajar Marta

KOMPAS.com — Selama bertahun-tahun, Ngatijan (56) merasa tidak nyaman dengan tumpukan kotoran sapi yang tidak terpakai di kampungnya di Dusun Margaraya, Desa Lurung, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Onggokan kotoran sapi di sana kian hari kian menumpuk mengingat hampir setiap warga di kampung tersebut memiliki sapi untuk membajak sawah.

Pada tahun 2004, lelaki kelahiran Daerah Istimewa Yogyakarta ini pun mencoba memanfaatkan kotoran sapi yang terserak di kampungnya untuk membuat pupuk organik.

Awalnya, usaha Ngatijan jatuh bangun. Maklum, tidak mudah mendapatkan pasar pupuk organik di tengah masih populernya pupuk kimia dan kuatnya permainan mafia pupuk.

Mula-mula ia hanya bisa memproduksi puluhan ton per bulan. Namun, dengan keuletan dan kerja keras, saat ini Ngatijan bisa memproduksi pupuk organik hingga 500 ton per bulan.

Tenaga kerjanya yang awalnya hanya 5 orang kini berkembang menjadi 20 orang. Dengan harga pupuk organik sebesar Rp 500 per kilogram, omzet Ngatijan bisa mencapai Rp 250 juta per bulan.

Impor Beras Makin Miskinkan Petani














12 Desember 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com - Impor beras yang dilakukan oleh Bulog disertai dukungan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan membuat para petani menjadi miskin. Hal itu diungkapkan oleh Benny Pasaribu, Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jumat (10/12). Dia mengatakan, pemerintah melakukan langkah keliru dalam mengimpor beras karena sekitar 40 persen penduduk indonesia bermata pencaharian di sektor pertanian.

"Seharusnya, latar belakang ini bisa dijadikan alasan kuat bagi pemerintah untuk meniadakan impor beras,"ujarnya. Dia juga menilai, upaya pemerintah untuk melindungi petani sangat minim.

Dia menyontohkan, di Jepang, 1 kilogram (kg) beras bisa mencapai Rp 40.000. Sementara di Indonesia, pemerintah selalu mengimpor beras hanya untuk menstabilkan harga beras di dalam negeri. "Penetapan harga beras tidak melihat kehidupan para petaninya," jelasnya.

Selain itu, kehidupan petani di Indonesia juga kian miris karena mereka tidak memiliki lahan sendiri. Petani jenis ini menggarap lahan pertanian seluas 1,5 juta hektare Sebagai imbalannya, mereka hanya dibayar sekitar Rp 20.00 sampai Rp 30.000 per hari.

Lebih tragis lagi, saat ini, Bulog tidak lagi bisa menguasai sentra beras yang ada di indonesia. "Posisi Bulog sudah kalah dengan mafia beras yang berkeliaran," jelasnya.

Padahal, kalau Bulog dapat menguasia sentra beras, maka dapat dengan mudah mengontrol harga beras di Indonesia. "Inilah yang harus menjadi fokus pemerintah untuk memikirkan bagaimana caranya mensejahterakan petani dan memberantas mafia beras. Tunjukkan bahwa kita negara Argaria". ujarnya.

Pajak Warteg Bisa Lahirkan Gayus Kecil










12 Desember 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan pemungutan pajak atas warteg hanya akan melahirkan Gayus-gayus kecil. Demikian kekhawatiran Tulus Abadi, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

"Saya khawatir akan menimbulkan Gayus-Gayus kecil dalam transaksi pemungutan pajak antara yang dipungut dengan oknum-oknum pemungut pajak," ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (11/12/2010).

Menurutnya, warteg adalah usaha mikro yang seharusnya diberikan insentif-insentif oleh pemerintah, bukan dikenaikan pajak.

Lebih lanjut dipertanyakannya, apa karena di dalam manajemen warteg itu cashflow antara uang masuk dan uang keluar tidak terbukukan dan tidak terakunting. "Bagaimana bisa mendeteksi pendapatan warteg dalam satu hari. Kalo pemerintah mengatakan omsetnya Rp 160 ribu per hari parameternya apa?" ujarnya.

Pemungutan pajak warteg menjadi sangat berisiko kalau diterapkan secara prosedural pajak. Bukan itu saja, aturan ini akan memberatkan konsumen, karena 10 persen itu nilainya sangat tinggi.

"Itu tentu pengusaha warteg tidak akan menanggungnya sendiri pasti akan disharing kepada konsumen dengan menaikkan harga sehingga kalau kita ntar makan di warteg itu misalnya, Rp 10.000, akan dinaikkan menjadi Rp 11.000, karena yang seribu untuk bayar pajak," paparnya.











13 Desember 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com — Situasi pangan dunia 2011 diperkirakan tidak cerah. Harga komoditas pangan di pasar internasional cenderung akan naik. Hal itu dipengaruhi oleh faktor iklim. Respons pasar dan negara-negara terhadap dampak perubahan iklim juga berpengaruh pada harga pangan.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengungkapkan itu, Minggu (12/12/2010) di Bogor, Jawa Barat, seusai komunikasi dengan berbagai lembaga internasional, seperti USDA, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), serta Bank Dunia.

Bayu menjelaskan, faktor utama yang memengaruhi situasi pangan 2011 adalah iklim, respons negara-negara produsen, dan spekulasi di pasar komoditas.

Perhatian terhadap faktor iklim, kata Bayu, tidak lagi hanya melihat kondisi iklim basah atau kering di suatu negara. Namun, harus lebih spesifik dengan melihat iklim ekstrem itu terjadi di mana dan komoditas apa yang terkena dampaknya.

Perkiraan hingga kemarin, di sebagian Australia akan berlangsung iklim basah hingga Maret 2011. ”Pengaruhnya terhadap komoditas utama, seperti gandum dan gula,” kata Bayu.

Harga Pangan Dunia Ancam Perekonomian RI

9 Desember 2010.


JAKARTA, KOMPAS.com  - Gejolak harga pangan dunia nampaknya belum akan terhenti. Bahkan, pada 2011 nanti diperkirakan harga pangan dunia masih berpotensi naik. Kondisi itu bisa mengancam stabilitas perekonomian Indonesia. Sebab, kenaikan itu bisa memicu laju inflasi.

Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Syahrial Loetan menjelaskan, selama ini harga pangan domestik selalu mendorong laju inflasi. Bila ditambah kenaikan harga pangan dunia, laju inflasi bisa tidak terkendali. "Meskipun pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tapi bila inflasinya juga tidak, pertumbuhan itu akan sia-sia," kata Syahrial, Kamis (9/12/2010).

Menurutnya, gejolak harga pangan muncul lantaran kondisi iklim yang tidak menentu belakangan ini. Hal ini bakal menjadi pekerjaan rumah yang harus diantisipasi sejak awal. "Kita harus antisipasi sejak awal," terang Syahrial.

Makanya, ia memandang, kebijakan impor beras merupakan strategi yang pas. Sebab, kebijakan itu untuk memenuhi cadangan beras nasional. Jangan sampai, pada harga pangan terus naik, cadangan beras juga menipis.

Kualitas Hidup Penduduk Indonesia Makin Baik?

"Indonesia masuk jajaran 10 negara dengan kemajuan pembangunan manusia secara signifikan."

9 Desember 2010.

VIVAnews - Satu per satu kabar baik dicapai oleh Indonesia di tingkat dunia. Kali ini Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara terbaik di dunia yang berusaha memperbaiki indeks pembangunan manusia.

Kabar baik tersebut disampaikan oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Armida S Alisjahbana di Jakarta, Rabu, 8 Desember 2010. "Indonesia masuk jajaran 10 negara dengan kemajuan pembangunan manusia secara signifikan," kata Armida.
Maksudnya, Indonesia tergolong dalam 10 negara yang mengalami kenaikan kualitas hidup secara mengagumkan dalam 40 tahun terakhir.  Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI) adalah indikator yang sering digunakan untuk mengukur kemajuan suatu bangsa.
Indeks diukur berdasarkan tingkat kekayaan, kemiskinan, kesehatan, keseteraan jender, kebebasan ekonomi dan pendidikan. Dengan indeks tersebut, dapat diketahui masyarakat satu negara apakah masih terbelakang, miskin atau maju.

Menurut Armida, nilai indeks pembangunan manusia Indonesia sekarang 0,600. Nilai ini membuat Indonesia berada di peringkat ke 108 dari 169 negara yang disurvei oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Posisi Indonesia ini lebih baik dibandingkan tahun 2009 dengan skor 0,593.

5 Langkah Meraih Pelanggan Via Facebook "Fan Page"

KOMPAS.com — Meskipun banyak perusahaan telah memiliki website secara resmi, mereka juga menggunakan jejaring sosial seperti Facebook untuk menjangkau penggunanya secara langsung. Bahkan, menciptakan fan page di Facebook berpotensi meraih lebih banyak audiens, karena mereka yang tak pernah membuka website perusahaan Anda memilih untuk mengunjungi Anda melalui fan page.

Sayangnya, tak semua pengguna tahu apa yang harus dilakukan di fan page. Sering kali setelah mengklik "Become a Fan", pengguna tak pernah lagi menengok laman ini. Padahal, mengembangkan basis pengguna di Facebook dan membuat mereka terlibat bisa menjadi bagian penting kampanye media sosial bisnis Anda.

Berikut beberapa konsep yang dapat membantu Anda membuat penggemar tetap terlibat dengan fan page Anda:

1. Menarik untuk "target audience"
Cobalah Anda ingat, mengapa Anda pernah menjadi "fan" terhadap kelompok, produk, atau brand tertentu di Facebook. Penyebabnya pasti karena Anda merasa produk tersebut mewakili pribadi Anda. Semakin menarik laman Anda untuk target demografis Anda, semakin pengunjung ingin bergabung dan menjadi anggota komunitas Anda di Facebook.


Aku Cinta Indonesia

8 Desember 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com — Nasionalisme mengenal zamannya. Para pendahulu memaknainya dengan perjuangan melawan penjajah. Kini anak muda mewujudkannya lewat gaya hidup. Lewat gaya hidup itulah para anggota komunitas online cinta Indonesia berusaha mencintai apa saja yang ada dan berasal dari negeri ini.
Caranya macam-macam. Ada komunitas yang menggugah rasa kebangsaan lewat aneka makanan asli Tanah Air. Ada yang mengedepankan karya-karya anak bangsa sebagai produk kebanggan negeri ini. Bahkan, ada juga yang mengekspresikan dan membanggakan diri sendiri sebagai cikal bakal mencintai bangsa Indonesia.
Berawal dari kesamaan tujuan mencintai Nusantara itulah kemudian tercipta lima "keluarga besar" di jagat maya. Masing-masing dari mereka menamai gerakan nasionalisme mereka dan memuatnya di jaringan maya. Ada www.pedemunegeri.com, www.terimakasihku.com, www.akucintaindonesia.com, www.adalahkita.com, www.kabayanliplap.com, dan www.darimulutkehati.com.

PTN dan PTS juga Pencetak Laba, Lho....

8 Desember 2010.

MALANG, KOMPAS.com - Pola pembiayaan studi mahasiswa tidak cukup menjadi perhatian pemerintah. Sebab, pemerintah serta perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) menyelenggarakan pendidikan tinggi tidak lagi sebagai lembaga sosial.
Pertanyaan besarnya kemudian berapa banyak sebenarnya orangtua dan mahasiswa yang mampu memenuhi tuntutan biaya pendidikan tinggi.
-- Wani Hadi Utomo
Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Prof Dr Wani Hadi Utomo, Selasa (7/12/2010) di Malang. Akibatnya, banyak siswa dan mahasiswa dari kategori berprestasi biasa-biasa saja dengan kemampuan ekonomi orangtua rendah jumlahnya cukup besar, tidak terjaring oleh beasiswa yang mensyaratkan prestasi. Padahal, jumlah mahasiswa dari kategori ini mencapai sekitar 85 persen dari seluruh jumlah mahasiswa.

DPR: Gaji BI Sudah Tinggi, Jangan Dinaikkan















Komisi Keuangan dan Perbankan meminta agar gaji pegawai bank sentral tidak dinaikkan.

6 Desember 2010.

VIVAnews - Usulan Bank Indonesia (BI) yang meminta kenaikan pos anggaran gaji pegawai tidak memperoleh 'lampu hijau' dari Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Komisi Keuangan dan Perbankan meminta agar gaji pegawai bank sentral tidak dinaikkan.

Komisi XI beralasan, gaji yang selama ini diterima dewan gubernur BI sudah lebih tinggi dibandingkan menteri, bahkan anggota DPR.

"BI yang (gaji) jauh lebih tinggi meminta kenaikan. Saya kira jangan lagi lah dinaikkan," ujar Ketua Komisi XI DPR, Emir Moeis, di gedung DPR-RI, Jakarta, Senin, 6 Desember 2010.

Seperti diketahui, BI mengusulkan kenaikan pos gaji dari sebelumnya Rp1,94 triliun menjadi Rp1,99 triliun. Namun, belum diketahui apakah kenaikan pos anggaran gaji tersebut ditujukan untuk pegawai BI atau karena ada penambahan jumlah pegawai baru BI.

Disinggung mengenai besaran gaji yang selama ini diterima gubernur BI, Emir mengakui tidak mengetahui secara persis. Namun, ketika disinggung besaran gaji Rp144 juta per bulan, menurut Emir memang di kisaran itu. "Makanya kami minta jangan dipertajam lagi," katanya.

Emir mengatakan, gaji yang selama ini diterima pegawai BI sebenarnya sudah jauh lebih tinggi dibandingkan pegawai di kementerian atau lembaga negara. Jika dinaikkan lagi, dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan karena kesenjangan yang terlampau jauh di antara lembaga negara.

"Walaupun saya akui kerja mereka profesional, tetapi harus disesuaikan juga dengan lingkungan," kata Emir.

Papua Kaget Dapat Dana Triliunan

6 Desember 2010.

VIVAnews - Gubenur Provinsi Papua Barnabas Saebu mengungkapkan pengucuran dana triliun dari pemerintah pusat sebagai dana otonomi khusus (Otsus) diakui membuat kaget aparatnya di pemerintahan.

"Ketika dana Otsus yang dulu kerdil dan tiba-tiba menjadi triliunan, (ternyata) di daerahnya belum siap," kata Barnabas dalam Rapat Kerja Menteri Keuangan dan Badan Anggaran DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 6 Desember 2010.

Menurut Barnabas, penggunaan dana Otsus yang tidak sesuai di lapangan salah satunya dikarenakan ketidaksiapan aparat pemerintahan dalam mengelola keuangan yang sangat besar.

Lemahnya manajemen keuangan itu pula yang menyebabkan tata kelola pemerintahan yang baik (GCG) Pemprov penerima dana Otsus tidak berjalan dengan semestinya. Hal itu terjadi karena pemerintah pusat salah dalam memberi aturan pelaksanaan yang bisa mencegah korupsi.

Selain itu, pemerintah pusat juga dianggap tidak memberikan advokasi yang bisa membimbing daerah dalam menyusun sistem perencanaan yang benar, pengawasan internal, dan laporan akuntabilitas yang benar. "Untuk dana otsus 2002-2006 juga terjadi ruang yang besar untuk penyalahgunaan dan korupsi," katanya.

Seperti diketahui, Papua selama ini memperoleh dana dari pemerintah pusat dalam bentuk dana alokasi khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Otonomi Khusus, dan Dana Inpres Nomor 5 Tahun 2007 tentang percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

Setiap tahun pemerintah mengganggarkan dana Otsus yang nilainya terus meningkat. Tahun ini dana Otsus Papua dianggarkan sebesar Rp13,86 triliun atau lebih tinggi dibandingkan 2009 sebesar Rp12,92 triliun. Sementara dana Inpres tahun ini dialokasikan sebesar Rp8,5 triliun.

Masih Banyak Orang Kaya di Luar "Forbes"

5 Desember 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com — Daftar 40 orang terkaya di Indonesia yang dirilis Forbes di Jakarta, Jumat (3/12/2010), sebenarnya baru sebagian dari orang terkaya di negeri ini.

"Orang terkaya yang kami rilis tentu yang terdaftar di bursa saham karena dengan perusahaan terbuka, biasanya mudah dihitung (kekayaannya)," kata President and CEO Forbes Indonesia Millie Stephanie.

Padahal di luar itu, diduga banyak orang Indonesia memiliki kekayaan dari perusahaan keluarga yang tidak memasukkan perusahaannya ke bursa saham. "Di luar perusahaan terbuka agak sulit menginvestigasi karena kurang data," kata Millie.

Dari 40 orang terkaya yang dipublikasikan Forbes, memang semua daftar kekayaannya diambil dari perusahaan mereka yang tercatat di bursa saham.
Tujuh di antaranya adalah orang baru yang masuk dalam daftar 40 orang terkaya itu karena harga saham perusahaan mereka melonjak drastis.

Ini memberi keuntungan, terutama bagi perusahaan yang menawarkan saham batu bara dan kelapa sawit. Hal tersebut seiring dengan dua harga komoditas ini yang terus melambung tinggi pasar internasional.

Menurut Forbes, Indonesia mencetak 21 orang terkaya baru. Jumlah ini naik dibandingkan 12 orang terkaya tahun lalu. Total harta dari 40 orang terkaya itu juga naik dari 42 miliar dollar AS tahun lalu menjadi 71 miliar dollar AS tahun ini.

Naiknya kekayaan para orang terkaya tersebut dipengaruhi kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terus membaik belakangan ini. IHSG naik signifikan hingga menyentuh level 3.600 pada akhir Oktober 2010 atau naik sekitar 43 persen dibandingkan periode sebelumnya. "Jadi, sebenarnya bukan tidak mungkin, di luar terdaftar masih banyak (orang terkaya)," kata Millie.

Forbes memperoleh data harta kekayaan para orang terkaya ini dari data keuangan keterbukaan BEI dan para konsultan, yang kemudian diverifikasi dengan perusahaan bersangkutan.

Pemerintah Siap Ekspor Beras Premium















5 Desember 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia merencanakan ekspor beras premium atau kualitas tinggi mulai tahun depan sehingga produknya juga akan ditingkatkan.

"Beras premium boleh diekspor. Tahun depan, kalau bisa, digenjot produksinya," kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di Jakarta, Minggu (5/12/2010).

Dia mengatakan, beras premium atau superkualitas adalah beras yang memiliki kadar patahan sebesar lima persen.

Oleh karena itu, lanjut Mustafa, berbagai upaya akan dilakukan untuk meningkatkan produksi beras premium, antara lain produktivitas tanaman dinaikkan, begitu juga dengan mutu varietas padi.

Selain itu, ia mengemukakan, penanganan pasca-panen juga akan diperbaiki untuk meningkatkan kualitas hasil produksi dan mengurangi tingkat kehilangan hasil.

Operasional Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPBG) milik Perum Bulog juga harus dioptimalkan.

Mustafa mengemukakan pula, ke depan, Bulog dapat menjadi pembeli utama beras premium petani agar petani tidak rugi menanam komoditas tersebut.

Akhir Tahun, Pebisnis Ritel Panen














5 Desember 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com - Akhir tahun memang waktunya para peritel meraup berkah. Sebab, di penghujung tahun ini ada dua perayaan yaitu Natal dan tahun baru yang bisa mendongkrak penjualan sektor ritel.

Ketua Pelaksana Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Tutum Rahanta mengatakan, menjelang Natal dan tahun baru permintaan sektor ritel sudah pasti meningkat, walaupun tidak setinggi ketika jelang Lebaran yang kenaikannya sampai tiga kali lipat. "Jelang Natal dan tahun baru omzet ritel bisa naik sekitar 20 persen - 30 persen ketimbang bulan biasa," ujar Tutum kepada KONTAN Jumat (3/12/2010).

Akhir tahun ini Tatum memprediksi, omzet ritel bisa mencapai Rp 100 triliun atau naik sekitar 15 persen ketimbang tahun 2009. Asal tahu saja, pada lebaran lalu, The Nielsen Company Indonesia memperkirakan total belanja ritel mencapai Rp 19,9 triliun atau tumbuh 10 persen ketimbang periode yang sama tahun 2009 lalu yang sebesar Rp 18,1 triliun.

Pengamat Ritel Handaka Santosa menambahkan, kenaikan permintaan di sektor ritel dipicu pula karena adanya bonus akhir tahun. Sehingga, masyarakat yang tidak merayakan natal pun, akan berbelanja.

Melihat kondisi ekonomi Indonesia yang cenderung stabil, Tutum memperkirakan tahun depan omset ritel bisa tumbuh sekitar 10 persen - 15 persen ketimbang tahun ini. Bahkan, Handaka lebih optimis dengan memperkirakan omset ritel pada tahun depan bisa tumbuh sekitar 20 persen, karena daya beli masyarakat masih akan terus meningkat seiring membaiknya kondisi ekonomi baik lokal maupun global.

Meski begitu, Handaka bilang selama ini omset ritel masih ditopang oleh belanja domestik. "Harapannya, ke depan belanja turis di dalam negeri bisa ditingkatkan sehingga porsi penjualan ritel yang berasal dari turis asing bisa ditingkatkan," katanya.

Kartini Muljadi Perempuan Terkaya RI

3 Desember 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kartini Muljadi (80) tercatat sebagai satu-satunya perempuan yang masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes Indonesia.

Dalam publikasi daftar 40 orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes di Jakarta, Jumat, perempuan beranak tiga itu tercatat berada pada peringkat 25 dengan penghasilan 840 juta dollar AS, naik dari tahun lalu sebesar 320 juta dollar AS.

Penghasilan pendiri firma hukum Kartini Muljadi & Rekan itu beserta keluarganya terutama berasal dari perusahaan obat Tempo Scan yang dikelola sang putra, Handojo.

Menurut CEO Majalah Forbes Indonesia Millie Stephanie, penghitungan kekayaan Kartini dan orang-orang yang masuk daftar berdasarkan pada nilai saham per 15 November dan nilai tukar mata uang. "Itu hasil investigasi tim dari Amerika dan Indonesia," katanya.

Selain Kartini, sebagian besar nama orang kaya yang masuk daftar adalah wajah lama, seperti R Budi dan Michael Hartono, Susilo Wonowidjojo, Eka Tjipta Widjaja, Martua Sitorus, dan Anthony Salim.

"Tapi wajah-wajah baru yang muncul juga tidak sedikit, sekitar 40 persen, termasuk Sri Prakash Lohia dan Agus Lasmono Sudwikatmono," kata Millie.

Majalah Forbes Indonesia juga mencatat, jumlah miliarder Indonesia bertambah dari 12 menjadi 21 pada tahun ini, sedangkan total kekayaan 40 miliarder Indonesia naik dari 42 miliar dollar AS menjadi 71 miliar dollar AS.

2011, Pasar Tradisional Tak Jorok Lagi








DENPASAR, KOMPAS.com — Upaya pemerintah merevitalisasi pasar tradisional di Indonesia akan menghapus kesan yang selama ini melekat di masyarakat bahwa pasar tradisional jorok, kumuh, dan jauh dari kata nyaman. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan telah menggelontorkan dana Rp 300 miliar untuk program tersebut.

Kita ingin mengembangkan konsep pasar ramah, bersih, dan segar.
-- Mari Elka Pangestu

Pada tahun 2011 nanti, pemerintah juga sudah memiliki program pasar percontohan yang memiliki konsep ramah, bersih, dan segar. Pada tahap awal ada 10 pasar tradisional di sejumlah wilayah Indonesia yang akan menjadi pasar percontohan, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, dan Bali.

"Kita ingin mengembangkan konsep pasar ramah, bersih, dan segar. Dari segi perencanaan, zonasi, dan kenyamanan kalau kita belanja di pasar itu," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat mengunjungi salah satu pasar percontohan di Pasar Agung, Penatih, Denpasar, Bali, Jumat (3/12/2010).

"Jadi tidak hanya pengelolaannya saja, tapi fisiknya juga penting," imbuhnya.

Selama ini pemerintah tidak memiliki satu model yang tepat untuk merevitalisasi pasar tradisional karena setiap daerah memiliki karakter yang berbeda satu sama lain. "Kenyataan dalam beberapa tahun melakukan revitalisasi pasar tidak ada satu model yang tepat karena daerah memiliki ciri khas sendiri. Seperti di Bali, di setiap pasar selalu ada pura dan masyarakatnya yang mengelola sendiri," jelas Mari.

Pasar percontohan ini diharapkan mampu memberi contoh bagi pemerintah daerah, masyarakat ataupun swasta yang akan mengembangkan pasar tradisional.