home

Ribuan Anak Puncak Jaya Terlantar Sekolah


Mereka terlantar akibat banyaknya aksi teror penembakan dan pembunuhan di Tingginambut.

29 Juni 2010.

VIVAnews - Aksi teror penembakan dan pembunuhan yang kerap terjadi di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, selama dua tahun terakhir membuat ribuan anak-anak terlantar sekolah. Pasalnya, kelompok yang diduga separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka itu juga membakar sekolah-sekolah.

"Ribuan anak-anak warga saya saat ini tidak sekolah lagi, karena sejumlah sekolah di bakar oleh OPM," ujar Kepala Distrik Tingginambut Eranus Kogoya di Mulia, Puncak Jaya, Senin 28 Juni 2010.

Menurutnya, setelah membakar sekolah, kelompok yang dikenal bengis itu mengintimidasi warga untuk tidak bersekolah. Jika tidak dituruti, mereka tidak segan-segan membunuh atau menjarah kebun dan ternak warga. "Kalau sudah dintimidasi, warga saya tidak berdaya," ucapnya.

Kelompok pengacau itu juga kerap memeras setiap kendaraan yang melintas di Tingginambut, dengan meminta sejumlah kompensasi uang, pengendara baru bisa lewat. "Biasanya mereka merusak jembatan, dan baru memperbaikinya setelah yang melintas membayar uang minimal 30 juta," katanya.

Markas OPM pimpinan Goliat Tabuni tepat berada di Kampung Tinggineri Distrik Tingginambut. Anggota kelompok separatis itu sekitar 300 orang, dan masih terus mempengaruhi warga untuk bergabung. Saat ini mereka memiliki senjata api yang sebagian besar hasil rampasan.

Aparat keamanan kewalahan mengejar mereka, karena markas mereka berada di ketinggian dengan suku yang cukup ekstrem, bisa mencapai 8 derajat celcius. Mereka juga bergabung dengan warga, dan menjadikannya sebagai tameng jika berhadapan dengan aparat.

Jumlah penduduk Distrik Tingginambut saat ini sekitar 26 ribu warga. Terdiri dari 13,5 ribu wanita dan 12,5 ribu pria. Mereka hidup dengan berkebun dan beternak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar