home

Melemah, Rupiah Dekati 9.100


30 Juni 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (30/6/2010) pagi turun mendekati angka Rp 9.100 per dollar, setelah beberapa hari lalu melemah, akibat merosotnya perdagangan saham di Amerika Serikat dan Eropa.

"Perdagangan saham di Amerika Serikat dan Eropa yang cenderung melemah memberikan dampak negatif kepada pasar uang, khususnya rupiah yang merosot hingga mendekati angka Rp 9.100 per dollar AS," kata Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Rabu.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 30 poin mencapai Rp 9.080-Rp 9.090 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.050-Rp 9.060 per dollar AS.

Rully Nova mengatakan, tekanan pasar terhadap rupiah saat ini makin besar, karena pelaku khawatir dengan pertumbuhan ekonomi global yang tak menentu. "Kami memperkirakan rupiah akan kembali tertekan hingga mencapai Rp 9.100 per dollar AS, karena sentimen negatif pasar cenderung menguat," ucapnya.

Kondisi pasar yang negatif, lanjut dia kemungkinan masih dapat menekan rupiah menguat hingga mencapai angka Rp 9.100 per dollar AS. "Apalagi Bank Indoensia (BI) tidak menyetujui pergerakan rupiah berada di level Rp 9.000 per dollar, kalau bisa rupiah berada di atas Rp 9.100 per dollar," ujarnya.

Menurut dia, BI khawatir apabila rupiah di bawah Rp 9.000 per dollar, maka kemungkinan mata uang Indonesia itu akan terus menguat, karena pasarnya cenderung positif. "Apalagi investor asing berniat akan terus berinvestasi baru di pasar domestik, karena khawasan Asia diduga menjadi tumpuan perdagangan global, sementara Indonesia masih tetap merupakan pasar potensial," tambahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar