home

Target Penurunan Kemiskinan Masuk APBN

1 November 2010.


JAKARTA, KOMPAS.com -
Akhirnya, kesepakatan Pemerintah dan DPR perihal memasukkan target penurunan kemiskinan berbuah manis. Target penurunan kemiskinan yang sempat disepakati pada sidang paripurna, Selasa (26/10/2010) pekan lalu, ditetapkan masuk dalam pos ketentuan lain-lain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011. Bukan hanya target penurunan kemiskinan yang disepakati, target penyerapan tenaga kerja juga masuk dalam pos ketentuan lain-lain APBN 2011.

Kesepakatan ini dilakukan melalui rapat tertutup antara pimpinan DPR, Badan Anggaran DPR, Komisi XI DPR, dam Menteri Keuangan Agus Martowardojo berikut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana. Rapat tertutup ini berjalan di gedung DPR, Jakarta, Senin (1/11/2010).

Ketua Badan Anggaran DPR, Melchias Markus Mekeng menyebut, target pencapaian tenaga kerja berikut penurunan kemiskinan justru dijadikan dasar untuk menggapai pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas. "Kita sepakat ini dimasukkan ke dalam ketentuan lain-lain dalam UU APBN 2011," ujar Melchias Mekeng.

Menurutnya, target penyerapan tenaga kerja kini memiliki angka patokan yang jelas. Pemerintah harus menyerap tenaga kerja sebesar 400.000 untuk setiap satu persen pertumbuhan ekonomi. Sementara, untuk target penurunan kemiskinan disepakati menjadi 11,5 persen sampai 12,5 persen. "Pertumbuhan berkualitas bisa tercapai bila angkanya jelas. Begitu juga, dengan penurunan kemiskinan, juga harus jelas angka-angkanya," katanya.

Anggaran program penanggulangan kemiskinan untuk tahun depan melonjak naik. Terbagi dalam program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program penanggulangan kemiskinan menjadi bidikan pemerintah.

Untuk diketahui, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pada 2011, pemerintah menyediakan dana sebesar Rp 13,138 triliun untuk 6.623 kecamatan. Total alokasi dana PNPM ini terdiri atas PNPM perkotaan sebesar Rp 1,67 triliun untuk 1.153 kecamatan, dan PNPM pedesaan sebesar Rp 9,58 triliun untuk 5.016 kecamatan.

Bukan hanya itu, untuk PNPM Pengembangan Infrastruktur Sosial ekonomi Wilayah (PISEW) di 237 kecamatan, pemerintah menganggarkan sebesar Rp 5,27 trilin. Sedangkan untuk PNPM RIS di 215 kecamatan, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,01 triliun. Sementara untuk, PNPM Daerah tertinggal dan khusus (P2DTK) di 75 kabupaten/kota, pemerintah menjatah dana senilai Rp 345,9 miliar.

Sementara, untuk PKH pada 2011, pemerintah menyediakan dana untuk 1.116.000 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) sebesar Rp 1,615 triliun. Angka ini melonjak tinggi dibanding PKH 2010 yang mencapai Rp 1,3 triliun untuk 816.000 RTSM.

Inggris Paling Banyak Investasi di RI

31 Oktober 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com - Inggris tercatat masih menjadi negara asal investor yang paling banyak nilai investasi asingnya di Indonesia pada triwulan III 2010. Meskipun hanya ada 86 proyek investasi yang dibiayai investor Inggris, atau masih kalah dibandingkan 158 proyek asal Singapura, namun investor Inggris telah mencatatkan nilai investasinya sebesar 1,3 miliar dollar AS, sehingga menjadi sumber investasi dengan nilai terbesar sepanjang Triwulan III 2010.

Wakil Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Yu'san mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Minggu (31/10/2010) saat menyampaikan laporan realisasi penanaman modal di Indonesia hingga Triwulan III 2010.

Yus'an menyebutkan, realisasi lima investasi asing terbesar berdasarkan asal negaranya adalah pertama, Inggris dengan 86 proyek senilai 1,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 11,7 triliun dalam asumsi nilai tukar Rp 9.000 per dollar AS. Kedua, Singapura dengan 158 proyek senilai 0,7 miliar dollar AS. Ketiga, Malaysia sebanyak 68 proyek dengan nilai 0,4 miliar dollar AS. Keempat, Jepang dengan 87 proyek senilai 0,2 miliar dollar AS. Kelima, Belanda dengan jumlah 37 proyek senilai 0,2 miliar dollar AS. "Dengan demikian, (dari jumlah proyeknya) ada aliran investasi sangat besar dari sesama negara Asia Tenggara," ujar Yus'an.

Aliran investasi asing itu mengarah ke lima daerah penerima Penanaman Modal Asing (PMA), yakni pertama, Banten dengan 79 proyek senilai 1,3 miliar dollar AS. Kedua, DKI Jakarta dengan 275 proyek senilai 0,8 miliar dollar AS. Ketiga, Jawa Barat sebanyak 180 proyek dengan nilai 0,7 miliar dollar AS. Keempat, Jawa Timur dengan 39 proyek senilai 0,4 miliar dollar AS. Kelima, Kalimantan Timur sebanyak 48 proyek dengan nilai 0,3 miliar dollar AS.

Dua Ratus Pemuda Dilatih Jadi Wirausaha

31 Oktober 2010.

BOGOR, KOMPAS.com - Sebanyak 200 pemuda dari kabupaten/kota di Jawa Barat mengikuti Pelatihan Pemuda Agri Mandiri , untuk menjadi wirausaha di bidang pertanian di desa masing-masing. Pelatihan berlangsung selama dua bulan, yang terealisasi berkat kerjasama antara Pemprov Jawa Barat, Institut Pertanian Bogor, dan TNI-AD.

"Untuk 2010 ini kami akan mencetak 200 pemuda mandiri yang siap menjadi wirausahawan di bidang pertanian. Tahun 2011, akan ditingkatkan menjadi 400 pemuda. Dengan cara ini kami berharap secara bertahap dapat menyelesaikan masalah ketenagakerjaan di Jawa Barat," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di depan 200 pemuda tersebut di Aula Rektorat Andi Hakim Nasution di Kampus IP B Dermaga, di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (31/10/2010).

Terwujudnya pelatihan bagi 200 pemuda itu, menurut Heryawan, merupakan bentuk kongret sinergis antara Pempov Jabar, IPB, dan TNI-AD dalam memberi kontribusi mengatasi masalah ketenagakerjaan. " Kerjasama ini merupakan titik awal guna mendorong upaya pembangunan yang berkelanjutan dan membantu akselerasi mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang mandiri, dinamis, dan sejahtera," katanya.

Pada kesempatan itu Heryawan memaparkan betapa bidang pertanian/perternakan mempunyai prospek yang luar biasa untuk menjadikan rakyat mandiri dan sejahtera. "Saya pernah bertemu dengan seorang alumnus IPB pada tahun 2009 yang memiliki ternak kambing etawa 40 ekor.Tahun 2010 ini saya bertemu lagi dengannya.Saya tanya berapa jumlah kambing e tawanya sekarang, dia jawab 440 ekor.Kini pendapatan bersih dia sebulan tak kurang dari Rp 25 juta," kata Heryawan, yang disambut tepuk tangan meriah para pemuda calon wirausaha pertanian itu.

"Saya berharap dari peserta pelatihan ini nantinya akan lahir juragan lele, juragan gurame, juragan kambing, juragan sapi. Jadilah Anda semua orang kayadengan menggali potensi di dunia pertanian yang luar biasa besarnya," tambah Gubernur .

Rektor IPB Herry Suhardiyanto mengatakan, Pemprov Jawa Barat saat ini terbukti sangat
peduli dengan pengembangan sumberdaya pertanian. "Baru seminggu dilantik,
Gubernur Jabar langsung meminta penandatanganan kerjasama dengan IPB untuk
pengembangan pertanian Jawa Barat," katanya.

"Jawa Barat dikaruniai sumberdaya alam melimpah.Namun kita sama-sama menghadapi kenyataan bahwa tidak semua generasi muda kita mencintai pertanian. Para pemuda kita merasa tidak keren kalau bekerja di bidang pertanian.Padahal ini salah besar. Justru pertanian merupakan sektor yang sangat menjanjikan untuk digeluti," ungkap Herry.

Menurut Rektor, untuk memajukan pertanian di Jawa Barat sangat dibutuhkan
pemuda-pemuda y ang menguasai ilmu di bidang itu. "Populasi empat juta ekor domba dan
satu juta ekor sapi di Jawa Barat mestinya menjadi tantangan yang harus dijawab
para pemuda untuk meningkatkan populasi ternak di Jawa Barat ini," tambahnya.

Menurut Kepala Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian k epada Masyarakat (LPPM) IPB, Pudji Muljono, pelatihan bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang agribisnis , meningkatkan minat para pemuda menggeluti agribisnis khususnya bidang perikanan dan peternaka n, serta untuk mendorong pilot project Pemuda Agri Mandiri di Jawa Barat.Yang mendaftar ikut program Pemuda Agri Mandiri kali ini 485 orang, yang lolos seleksi 200 orang. Usia mereka antara 17 tahun sampai 35 tahun.

Selain materi teoritik, para pemuda tersebut akan dibekali dengan materi praktik,
magang di usaha agribisnis terkait, juga berbagai kegiatan motivatif lainnya
seperti kampus tour dan outbond.Pelatihan akan dilakukan di Kampus IPB,
Pesantren Pertanian Darul Falah Bogor, Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan
Jonggol (UP3J) Fakultas Peternakan IPB,Pusat Pendidikan Zeni TNI-AD), dan
Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi.