home

Kenaikan TDL Beratkan Industri Tekstil Solo


Kenaikan tentunya berpengaruh terhadap harga jual produksi yang mempengaruhi konsumen.

1 Juli 2010.

VIVAnews - Asosiasi Perstekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah mengeluhkan realisasi kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang resmi berlaku hari ini, Kamis 1 Juli 2010.

Wakil Ketua API Jawa Tengah, Djoko Santoso menjelaskan kenaikan listrik bagi pelaku industri seperti jatuh tertimpa tangga. Apalagi, belum lama ini kebijakan ACFTA sudah sangat memberatkan pengusaha.

"Ini sudah bukan simalakama. tetapi sudah jatuh tertimpa tangga pula karena kita tidak punya alternatif yang lain untuk menyikapinya," ujarnya kepada VIVAnews di Solo, Kamis, 01 Juli 2010.

Industri tekstil hanya bisa pasrah, tidak bisa berbuat banyak mengingat kebutuhan listrik dimonopoli oleh PLN. Walhasil mau tidak mau, harus mematuhi kebijakan kenaikan tersebut.

Meski hanya naik 6-15 persen, bagi pelanggan industri sangatlah berat. Apalagi, biaya energi akan menaikkan cost produksi. Dengan demikian, lanjut dia, kenaikan ini akan menaikkan harga jual produksi, dan berpengaruh ke konsumen.

Meski demikian, Ia berharap jika kenaikan tarif listrik yang mulai diberlakukan hari ini bisa ditunda oleh pemerintah. "Kita memang mintanya tarif listrik dari pemerintah itu tidak naik. Tapi mau gimana lagi karena PLN yang memonopoli kebutuhan listrik," papar Joko.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar