home

Investasi Masih Berkutat di Pulau Jawa

SURABAYA, KOMPAS.com — Dalam lima tahun terakhir, sekitar 80 persen realisasi penanaman modal masih didominasi Pulau Jawa. Sementara itu, penanaman modal di luar Pulau Jawa hanya sekitar 20 persen.

Dengan realitas ini, terus terang saya kurang bahagia. Situasi ini perlu penyikapan khusus, kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, Senin (11/10/2010) di sela acara Gelar Potensi Investasi Daerah dan Seminar Nasional Investasi di Surabaya.

Melihat situasi ini, menurut Gita, harus segera dilakukan perluasan "kue" investasi di wilayah luar Pulau Jawa. Tahun ini, menawarkan lima proyek pembangunan infrastruktur di mana dua di antaranya berada di luar Pulau Jawa.

"Dua proyek di luar Pulau Jawa yang akan kami tawarkan adalah pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo, Tampaksiring, Bali, senilai 30 juta dollar AS dan proyek jalan tol bandar udara Medan Baru Kuala Namu senilai 475 juta dollar AS," kata Gita.

Sementara itu, tiga proyek infrastruktur lainnya berada di Jawa, yaitu proyek rel kereta api Bandara Soekarno-Hatta ke Manggarai, Jakarta, senilai 735 juta dollar AS; proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jateng senilai 3 miliar dollar AS; dan proyek mata air Umbulan di Pasuruan, Jatim, senilai 200 juta dollar AS.

Agar investor tertarik garap daerah luar Pulau Jawa, pemerintah akan segera menerapkan kebijakan penyikapan fiskal. Melalui penyikapan fiskal, maka investor dengan nilai investasi di atas 400 juta dollar AS akan mendapat fasilitas insentif fiskal dari pemerintah.

"Penyelesaian pembentukan peraturan tentang penyikapan fiskal akan selesai bulan Desember mendatang sehingga tahun depan kebijakan ini bisa diterapkan," tambahnya.

Khusus di Jatim, Gubernur Jatim Soekarwo memastikan proyek mata air Umbulan akan mulai menjalani tender akhir tahun ini. Dengan demikian, pembangunan dapat segera dilakukan.

Nilai investasi

BKPM menargetkan nilai penanaman modal secara nasional dalam lima tahun ke depan sebesar Rp 1.500 triliun. Artinya, setiap tahun rata-rata nilai investasi penanaman modal harus mencapai kisaran Rp 300 triliun per bulan.

Sampai dengan semester I-2010, nilai penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 92 triliun. Sampai dengan akhir tahun 2010 diperkirakan nilai investasi PMA dan PMDN secara nasional mencapai Rp 180 triliun hingga Rp 190 triliun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar