home

Untung Terbesar Sejagat di Saat Krisis

Sejumlah perusahaan berhasil mendongkrak laba, meski krisis ekonomi global tengah membelit.

27 September 2010.

VIVAnews - Sejumlah perusahaan berhasil mendongkrak laba mereka, meskipun sepanjang 2009 perekonomian dunia tengah melemah. Hal ini terjadi karena sejumlah perusahaan berhasil melakukan efisiensi besar-besaran.

Berikut ini llima dari 10 perusahaan dengan keuntungan terbesar versi Majalah Fortune yang dipublikasikan baru-baru ini:

1. Exxon Mobil
Keuntungan: US$19,3 miliar














Resesi telah membuat Exxon tidak lagi menjadi perusahaan terbesar di Amerika Serikat. Exxon telah dikalahkan raja ritel Wal-Mart. Namun rekor keuntungan, masih dipegang raksasa minyak ini. Catatan Fortune, setidaknya pada 2009, Exxon menghabiskan US$27 miliar untuk membiayai proyek eksplorasi mereka.

2. Microsoft
Keuntungan: US$14,6 miliar









Meski krisis keuangan terjadi di sejumlah negara-negara besar, sejumlah perusahaan berbasis teknologi membukukan laba yang menggembirakan pada 2009. Tahun lalu Microsoft bisa meraup untung besar dari penjualan Windows 7.

Ini merupakan keberhasilan Microsoft membuktikan bahwa sistem operasi baru bisa menyokong hingga sepertiga pendapatan divisi OS. Sementara itu mesin pencari baru, Bing, memperoleh pangsa pasar setelah Google dan Yahoo.

Meski demikian, 2009 bukan perusahaan yang baik bagi Microsoft. Sebab, untuk pertama kalinya Microsoft mengalami penurunan laba hingga 17 persen.

3. Wal-Mart
Keuntungan: US$14,3 miliar
















Wal-Mart harus menurunkan harga mulai dari TV hingga sampo untuk merayu pelanggan yang anjlok akibat resesi. Namun, karena pemotongan harga, Wal-Mart justru berhasil meraup keuntungan.

Pada laporan tahunan perusahaan 2009, CEO Wal-Mart Michael Duke menulis, "Kami punya begitu banyak yang bisa dibanggakan di Wal-Mart ketika laporan keuangan tahun lalu datang."

4. Procter & Gamble (P&G)
Keuntungan: US$13,4 miliar
















Selama resesi di seluruh dunia, banyak pelanggan P&G beralih merek dengan yang lebih murah. Harga minyak yang melambung juga menambah beban perusahaan. Ongkos pengiriman melonjak tajam.

Namun P&G tetap bisa meraup untung. P&G membuat strategi ekstrem dengan menaikkan harga produknya, sebesar US$4 miliar. Pangsa pasar anjlok. Namun laba perusahaan mampu tumbuh 11 persen pada tahun fiskal yang dimulai Juli 2008.

5. International Business Machines (IMB)
Keuntungan: US$13,4 miliar



















Untuk belanja teknologi di salah satu tahun terburuk, Big Blue lebih cemerlang dibandingkan dengan pesaingnya. Dengan fokus pada perangkat lunak dan layanan, seperti mengelola sistem lalu lintas di Eropa, IBM meningkatkan keuntungan hingga 9 persen pada 2009. Prestasi ini memberikan keyakinan bagi investor bahwa fokus CEO Sam Palmisano telah menguntungkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar