home

Inilah Dampak Ekonomi Ledakan Penduduk RI


















28 Juli 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia menghadapi konsekuensi sosial ekonomi yang besar akibat ledakan jumlah penduduk yang saat ini mencapai 238 juta orang. Salah satu dampaknya adalah ledakan penduduk usia kerja, padahal lapangan kerja menyempit.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof Sri Moertiningsih Adioetomo, guru besar Ekonomi Kependudukan dalam seminar masalah kependudukan di Jakarta, Rabu (28/7/2010). "Populasi jumlah usia kerja meningkat karena usia harapan hidup masyarakat naik," katanya.

Ledakan penduduk usia produktif (15-65) ini jika tidak dibenahi dari sekarang, baik kualitas maupun kesempatan kerjanya, nantinya hanya akan menjadi beban tersendiri. "Buat apa kalau kebanyakan cuma lulusan SD," katanya.

Karena daya saing dan kualitas SDM yang rendah, 22 juta dari 44 juta penduduk usia muda masuk pasar kerja tanpa keterampilan. "Mereka juga rawan dieksploitasi dan tidak bisa mengutarakan keinginannya karena kemampuan komunikasi dan logikanya rendah," urainya.

Ia menambahkan, dulu satu persen pertumbuhan ekonomi menyerap 400.000 pekerja. Namun, kini satu persen hanya 120.000. "Berapa persen pertumbuhan ekonomi untuk menyerap 10 juta penganggur saat ini?" katanya.

Akibatnya adalah sulit memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Ancaman lain dari kemiskinan adalah traffcking. "Mereka juga rentan dipengaruhi, termasuk menjadi sasaran empuk untuk direkrut jadi teroris," katanya.

Oleh sebab itulah segala sumber daya perlu dicurahkan untuk meningkatkan mutu modal manusia, mulai dari gizi, kesehatan, kemampuan komunikasi, serta penguasaan matematika dan teknologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar